Silahkan Pilih Warna Latar Blog ini Sesuai Dengan kenyamanan Yang Anda Suka
 photo animated_favicon_zpsb3f0fb43.gif  photo animated_favicon_zpsb3f0fb43.gif  photo animated_favicon_zpsb3f0fb43.gif  photo animated_favicon_zpsb3f0fb43.gif  photo animated_favicon_zpsb3f0fb43.gif

Minggu, 09 Februari 2014

PREPARAT VAGINAL


Preparat vaginal adalah sediaan obat yang diperuntukkan untuk permasalahan pada alat kewanitaan seperti keputihan. Salah satu fungsi utama preparat vaginal yang tersedia di Indonesia adalah sebagai obat keputihan yang beragam penyebabnya.
Salah satu penyebab keputihan adalah infeksi, infeksi disebabkan oleh jamur, bakteri atau virus. Infeksi terbanyak penyebab keputihan adalah jamur dan parasit Trichomonas, sehingga preparat vaginal di Indonesia banyak diperuntukkan untuk infeksi jamur dengan beragam bentuk sediaan.
Berikut sediaan obat keputihan dan preparat vaginal yang ada di Indonesia :
1. Antiseptik; Povidone Iodin
Sediaan ini berbentuk larutan 10% povidon iodin dan ada yang diperlengkapi dengan alat douche-nya sebagai aplikator larutan ini. Selain sebagai antiinfeksi yang disebabkan jamur Kandida, Trikomonas, bakteri atau infeksi campuran, juga sebagai pembersih.
Tidak boleh digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Bila terjadi iritasi atau sensitif pemakaian harus dihentikan.
2. Anti biotik
Anti biotik yang digunakan untuk preparat vaginal atau obat keputihan adalah : Clotrimazole, Tinidazole, Metronidazole, Nimorazole dalam berbagai bentuk sediaan.
Ada yang dalam bentuk tablet oral (diminum), vaginal tablet, ovula (seperti suppositoria tetapi dimasukkan ke dalam kewanitaan), vaginal cream.
Golongan antibiotika yang dipakai untuk preparat vaginal atau obat keputihan adalah golongan Azol.
Obat ini bekerja dengan cara masuk ke dalam sel dan berikatan dengan material genetik (DNA) dari kuman.
Dengan cara ini obat ini mencegah pembentukan lebih lanjut material genetik dan menghentikan reproduksi bakteri.
Golongan antibiotika Azol ini adalah antibiotika khusus yang digunakan untuk menghentikan penyebaran penyebab infeksi yang tidak memerlukan oksigen.
Antibiotika ini pada dasarnya digunakan untuk infeksi yang disebabkan Trichomonas dan Amuba, untuk infeksi jamur kurang baik sehingga dalam sediaan seringkali di kombinasi dengan anti jamur (Nystatin).
1. Clotrimazole
Clotrimazole tersedia dalam bentuk sedian vaginal tablet selain untuk antibakteri dan antifungi juga sebagai terapi pada superinfeksi.
Yang digunakan satu kali sehari di malam hari selama 1 sampai dengan 7 hari tergantung kandungan obat dalam sediaan.
2. Tinidazole
Tinidazole adalah obat antiparasit yang digunakan untuk membrantas infeksi Protozoa, Amuba. Efek samping obat ini sama seperti Metronidazole tetapi dengan kelebihan tidak perlu minum dengan waktu yang panjang sehingga mengurangi efek sampingnya.
Tinidazole sebagai preparat vaginal digunakan untuk infeksi Trichomonas. Biasa dikombinasi dengan Nystatin sebagai anti jamurnya. Bentuk sediaan yang ada adalah vaginal tablet.
3. Metronidazole
Metronidazole tersedia dalam bentuk ovule, cream dan vaginal tablet.
4. Nimorazole
Nimorazole merupakan antibiotika golongan Azol yang terbaru. Selain dalam sediaan tunggal dalam bentuk tablet oral (diminum) juga ada kombinasinya (Chloramphenicol dan Nystatin) dalam bentuk vaginal tablet.
3. Anti jamur ; Nystatin
Nystatin adalah obat antijamur polien untuk jamur dan ragi yang sensitif terhadap obat ini termasuk Candida sp. Di dalam darah sangat berbahaya bagi tubuh, tetapi dengan sifatnya yang tidak bisa melewati membran kulit sangat baik untuk digunakan sebagai obat pemakaian luar saja. Tetapi dalam penggunaannya harus hati-hati jangan digunakan pada luka terbuka.
4. Hormon; Estriol
Sediaan ini berbentuk krim yang penggunaannya bukan untuk keputihan tetapi untuk ;
* Keluhan vulvo vagina karena kekurangan/ defisiensi Estrogen selama klimakterium, menopause alami, atau pembedahan
* Terapi sebelum atau sesudah operasi vagina
* Sebagai alat diagnostik dalam kasus hasil apusan Atrofi Serviks yang meragukan.

Untuk pemilihan preparat vaginal / obat keputihan yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar